Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia Minggu Pagi, Skor Capai 182

4 hours ago 2

Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia Minggu Pagi, Skor Capai 182

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi: Sejumlah pekerja memakai masker saat jam pulang kantor di kawasan Sudirman, Jakarta. ANTARA FOTO/Reno Esnir

jpnn.com, JAKARTA - Kualitas udara di Jakarta tercatat sebagai yang terburuk di dunia pada Minggu (3/5) pagi pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan data situs pemantau IQAir, indeks kualitas udara di ibu kota menyentuh kategori tidak sehat, sehingga warga diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Skor kualitas udara Jakarta berada di angka 182 dengan nilai konsentrasi partikel halus PM2.5 berada di angka 100 mikrogram per meter kubik.

Masyarakat pun diimbau agar tetap menjaga kesehatan dan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Adapun kota dengan kualitas udara terburuk kedua yaitu Dhaka (Bangladesh) di angka 153, lalu ketiga Lahore (Pakistan) di angka 135 dan di posisi keempat diikuti Baghdad (Irak) di angka 134.

Sementara itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan respon cepat untuk menanggulangi pencemaran udara di ibu kota saat musim kemarau, yang diprediksi terjadi pada awal Mei hingga Agustus mendatang.

Langkah cepat penanganan pencemaran udara saat kemarau itu meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau kualitas udara dan uji emisi kendaraan bermotor.

Selain itu Pemprov DKI juga memiliki Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang sedang dievaluasi dari berbagai aspek, mulai dari tren PM2.5, beban emisi per sektor hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Kualitas udara di Jakarta tercatat sebagai yang terburuk di dunia pada Minggu (3/5) pagi pukul 06.00 WIB.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|