Proyeksi Rupiah dalam Sepekan, Mata Uang Indonesia Diperkirakan Masih Sulit Menguat

4 hours ago 5

Proyeksi Rupiah dalam Sepekan, Mata Uang Indonesia Diperkirakan Masih Sulit Menguat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuabi memproyeksikan indeks dolar dalam sepekan akan bergerak dalam rentang tertentu. Ilustrasi Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja

jpnn.com, JAKARTA - Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuabi memproyeksikan indeks dolar dalam sepekan akan bergerak dalam rentang tertentu.

Indeks dolar diperkirakan akan bergerak pada kisaran level 97,150 sebagai titik support dan level 100,00 sebagai titik resistance.

"Saya ulangi, untuk indeks dolar support-nya itu 97.150, kemudian resistance-nya harga tertinggi itu di 100.00," kata Ibrahim Assuaibi melalui pesan suara, pada Minggu (19/4).

Ibrahim menjelaskan ada kemungkinan dolar akan melemah karena perubahan Gubernur Bank Sentral Amerika dari Jerome Powell ke Kevin Warsh. 

Terutama, jika Kevin Warsh yang akan menjabat Mei mendatang mengikuti rencana Trump untuk menurunkan suku bunga The Fed.

"Kemungkinan besar Kevin Warsh akan di bulan Mei mungkin akan memberikan satu pandangan-pandangan tentang penurunan suku bunga yang sesuai dengan keinginan dari Trump sehingga apa sehingga ada kemungkinan dolar ini akan melemah," ujarnya.

Kendati dolar diproyeksi akan melemah Ibrahim mengungkapkan nilai rupiah tidak akan menguat dalam fase tersebut.

Mata uang Garuda diproyeksikan akan tetap melemah karena faktor cadangan fiskal kita yang sedikit oleng.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuabi memproyeksikan indeks dolar dalam sepekan akan bergerak dalam rentang tertentu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|