15 Rumah Rusak Dihantam Gelombang Laut di Sulteng

2 hours ago 3

15 Rumah Rusak Dihantam Gelombang Laut di Sulteng

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tangkapan layar- Warga memeriksa kondisi rumah yang rusak akibat hantaman gelombang laut tinggi di Banggai Laut, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-BPBD Banggai Laut

jpnn.com - JAKARTA - Gelombang laut tinggi di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, menghantam belasan rumah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 15 unit rumah warga rusak setelah dihantam gelombang laut tinggi tersebut.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dari 15 itu, tujuh unit rumah mengalami rusak ringan dan delapan lainnya rusak berat.

Rumah-rumah yang mengalami kerusakan itu masih-masing tersebar di sepanjang pesisir pantai di Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara, dan Desa Lambako, serta Pasir Putih, Kecamatan Banggai.

"Tim Reaksi Cepat BPBD setempat melakukan asesmen," kata dia  dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/4).

Muhari menambahkan Banjir rob yang disertai gelombang tinggi juga mengancam deretan hunian warga lainnya yang berada di garis pantai itu.

Dia menjelaskan bahwa peristiwa gelombang tinggi terjadi seketika pada Sabtu (18/4) pukul 03:00 WITA. Suasana tenang tiba-tiba berubah riuh ketika laut bergelombang tinggi lalu menghantam rumah-rumah yang penghuninya terlelap.

Sebagaimana foto dan rekaman video amatir yang diterima Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, sebagian besar rumah yang rusak berat berdinding papan dan beratapkan anyaman daun kelapa/nipah.

Meski BNPB dalam laporannya tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana kondisi 15 keluarga penghuni rumah yang terdampak saat ini, tetapi keluarga itu dipastikan mendapat pendampingan petugas dari Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banggai Laut. (antara/jpnn)

BPNB menyatakan 15 rumah warga rusak akibat dihantam gelombang laut di Sulawesi Tengah.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|