jpnn.com, JAKARTA - Ikatan Alumni Geologi Institut Teknologi Bandung (IAGL ITB) mengeluarkan peringatan serius terkait kondisi ketahanan energi nasional di tengah memanasnya geopolitik dunia.
Pemerintah didorong untuk segera memprioritaskan peningkatan produksi minyak dan gas bumi (lifting) serta mengoptimalkan peran batu bara dan nikel sebagai pilar utama energi.
Ketua Umum IAGL ITB Abdul Bari menyatakan peningkatan lifting migas adalah harga mati.
Hal ini bisa dicapai melalui pemberian insentif fiskal yang kompetitif, penguatan tata kelola (governance) hingga penyederhanaan regulasi.
Hal ini disampaikan Bari di Seminar Nasional Dinamika Geopolitik bertajuk Dinamika Geopoltik Dunia Terhadap Sustainability Industri Minerba, Minyak dan Gas Bumi Nasional di Gedung Antam, Sabtu (25/4).
"Defisit energi kita saat ini sangat mengkhawatirkan. Kebutuhan minyak nasional mencapai 1,7 juta barel per hari, tapi produksi harian hanya 605 ribu barel," ungkap Bari.
Menurut Bari, jika konflik global terus berlanjut, defisit ini akan menghantam perekonomian nasional secara telak.
Oleh karena itu, IAGL ITB merekomendasikan langkah strategis bertajuk Tri-Pilar Energi.

3 hours ago
2
















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5356636/original/059209400_1758477796-1000092780.jpg)




