jpnn.com, JAKARTA - Psikolog sekaligus, akademisi BINUS University Dr. Istiani, M.Psi., mengatakan decision anxiety kerap terjadi saat calon mahasiswa akan memilih perguruan tinggi.
Hal itu diungkapkan Dr. Istiani, saat media gathering Binus @Bekasi, Jumat (25/4).
Menurut Dr. Istiana, kecemasan massal tersebut kini juga menghantui banyak orang tua karena, banyaknya pilihan, informasi, dan ketidakpastian ekonomi membuat terjebak dalam siklus overthinking yang melumpuhkan.
"Kita sering melihat anak menunda-nunda pilihan karena takut salah langkah, sementara orang tua terjebak dalam pencarian pembanding yang tak ada ujungnya," kata Dr. Istiani.
Dr. Istiana mengungkapkan tanggung jawab moral untuk memastikan investasi pendidikan tidak "sia-sia" menciptakan tekanan ganda yang belum pernah dirasakan generasi sebelumnya.
Kekhawatiran ini makin besar dengan data yang menunjukkan bahwa sekitar 36% pemuda Indonesia bekerja di bidang yang tak sesuai dengan ijazah mereka.
Angka ini tidak hanya menjadi statistik, melainkan pemicu utama kecemasan bagi banyak orang tua yang harus mengeluarkan biaya besar untuk pendidikan anak mereka.
Menanggapi hal ini, Prof. Gatot Soepriyanto, Direktur Kampus BINUS @Bekasi, menegaskan bahwa penawar terbaik bagi decision anxiety adalah kejelasan arah.

3 hours ago
2
















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5356636/original/059209400_1758477796-1000092780.jpg)




