jpnn.com - Tim dari Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua-Papua Pegunungan langsung menangani longsor yang terjadi di ruas Jalan Trans Papua, segmen Yetti–Senggi–Mamberamo.
Kasatker PJN Wilayah II Yohanes Melsasail dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Sabtu (25/4/2026), mengatakan percepatan penanganan dilakukan untuk menjaga konektivitas antarwilayah, terutama dalam mendukung kelancaran distribusi bahan pokok ke Papua Pegunungan.
"Langkah percepatan penanganan dilakukan guna memastikan konektivitas tetap terjaga. Longsor ini sebelumnya sempat menghambat arus logistik dan mobilitas masyarakat," kata Yohanes.
Akses Jalan Trans Papua menuju Papua Pegunungan terputus akibat longsor karena curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu (19/4), sehingga menyebabkan badan jalan amblas sepanjang 80 meter dengan kedalaman mencapai 12 meter.
"Sebagai langkah awal kami telah mengerahkan alat berat berupa excavator, bulldozer, serta peralatan pendukung lainnya ke lokasi kejadian," ujarnya.
Proses pekerjaan membutuhkan waktu karena pihaknya harus melakukan penurunan grade, penimbunan, serta pemasangan geotextile stabilisasi dan geobag untuk perkuatan badan jalan.
"Kami perkirakan pekerjaan rampung dalam dua minggu ke depan," kata Yohanes.
Pihaknya juga menyiapkan jalur alternatif guna memastikan distribusi logistik tetap berjalan di mana arus lalu lintas sementara dialihkan melalui rute Yetti-Yabanfa-Warlef (Tembus ke Senggih) dengan jarak sekitar 14 kilometer.

4 hours ago
1

















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5356636/original/059209400_1758477796-1000092780.jpg)



