jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB Perkeni), Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD, K-EMD, FINASIM menegaskan pencegahan diabetes di Indonesia harus dimulai sejak dini melalui pembangunan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko.
Langkah krusial yang perlu diambil yakni melakukan skrining rutin guna mendeteksi kondisi kesehatan sejak awal sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat.
"Dengan intervensi yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan secara signifikan," ujar Yunir di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Yunir juga menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah, industri kesehatan, akademisi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat luas..
"Edukasi berkelanjutan akan menjadi fondasi utama dalam pengendalian diabetes di Indonesia,” imbuhnya.
Tantangan ini menjadi semakin mendesak mengingat Indonesia kini menempati posisi kelima dunia dengan jumlah penyandang diabetes mencapai 20,4 juta orang pada tahun 2024.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi diabetes berada di angka 10,9 persen, namun hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan kenaikan prevalensi menjadi 11,7 persen pada penduduk usia di atas 15 tahun.
Angka prevalensi terbaru tersebut mengindikasikan terdapat sekitar 30 juta penderita diabetes di Indonesia.

13 hours ago
8





















































