Warga Negara AS yang Masih di Iran Diminta Menjauhi Jendela

1 hour ago 2

Warga Negara AS yang Masih di Iran Diminta Menjauhi Jendela

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Orang-orang menghadiri pertemuan untuk berjanji setia kepada Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, pada 9 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati)

jpnn.com - WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyampaikan seruan untuk seluruh warga negaranya yang saat ini masih berada di Iran.

Warga negara AS yang masih di Iran diminta agar segera meninggalkan negara itu, menyusul pembukaan kembali sebagian wilayah udara republik Islam tersebut.

"Mulai 21 April, wilayah udara Iran telah dibuka kembali sebagian. Warga negara AS harus segera meninggalkan Iran, memantau media lokal untuk mendapatkan informasi terbaru, dan berkonsultasi dengan maskapai penerbangan komersial untuk informasi tambahan tentang penerbangan keluar dari Iran," imbau Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran, Rabu (22/4).

Selain bisa meninggalkan Iran melalui udara, warga AS juga bisa meninggalkan negara itu melalui jalan darat melalui Armenia, Azerbaijan, Turki, dan Turkmenistan.

Namun, warga AS diperingatkan untuk tidak keluar dari Iran melalui Afghanistan, Irak, atau Pakistan.

"Jika Anda tidak meninggalkan Iran, kami meminta semua warga Amerika di Iran untuk tetap berada di tempat tinggal Anda sampai pemberitahuan lebih lanjut. Sebisa mungkin, tetaplah di tempat tinggal, hotel, atau bangunan lain, dan jauhi jendela," demikian imbauan perjalanan yang dirilis pemerintah AS.

Pada 28 Februari, AS dan Israel menyerang Iran, dan kemudian memicu serangan balasan dan peningkatan ketegangan di seluruh Timur Tengah.

Pada 7 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu, setelah dimediasi Pakistan.

Seruan resmi pemerintah Amerika Serikat, seluruh warga negara AS yang saat ini masih berada di Iran diminta menjauhi jendela.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|