jpnn.com, BANDUNG - Ketegangan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tidak hanya dirasakan pelajar biasa. Siswa disabilitas juga ikut ambil bagian mengikuti ujian tertulis masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Dengan keterbatasan yang dimiliki, semangat mereka untuk bisa tembus universitas impian, terus membara.
Seperti yang dialami Rahma Rahayu (20 tahun). Penyandang Celebral Palsy atau kelumpuhan otak ini tampak bersemangat menunggu di ruang tunggu kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.
Ditemani sang ibu, Diah Komala (50 tahun), Rahma duduk di kursi roda bersama dengan peserta disabilitas lainnya.
Tidak ada raut kekhawatiran di wajah Rahma yang cantik dengan rambutnya yang diikat setengah.
Rahma datang ke ISBI untuk ikut ujian UTBK, mengejar mimpinya bisa kuliah di jurusan Sosiologi Universitas Padjajaran (Unpad).
"Mau daftar Unpad, jurusan Sosiologi, soalnya aku suka," kata Rahma saat ditemui JPNN di ISBI Bandung, Selasa (21/4).
Di tengah keterbatasan fisik, Rahma optimistis bisa lancar mengikuti ujian dan diterima berkuliah di Unpad.

4 hours ago
3





















































