jpnn.com, JAKARTA - Pertanyaan besar mengenai pasar properti pada 2026 ini akan dikupas secara mendalam dalam Seminar Property Outlook 2026 yang digelar di PIK Avenue, Pantai Indah Kapuk Boulevard, Jakarta Utara, Jumat (24/4).
Diskusi yang menjadi bagian event Agung Sedayu Group (ASG) Expo 2026 itu menjadi ajang untuk membaca arah pasar di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika domestik.
Isu seperti suku bunga, inflasi, hingga daya beli kelas menengah akan jadi sorotan utama diskusi. Dalam outline diskusi, 2026 dinilai sebagai tahun krusial. Pasar properti berada di persimpangan antara peluang ekspansi dan risiko perlambatan.
Oleh karena itu, para pembicara Seminar Property Outlook 2026 akan mengupas apakah momentum penurunan atau kenaikan suku bunga bakal berdampak langsung pada kredit pemilikan rumah (KPR). Hal itu dinilai menjadi faktor penentu keputusan pembelian.
Selain itu, tren permintaan juga berubah. Gaya hidup hybrid dan kebutuhan hunian fleksibel mulai memengaruhi preferensi konsumen. Segmen mana yang tetap kuat akan menjadi perhatian investor.

Diskusi juga akan menyinggung kondisi supply dan demand. Isu oversupply di kota besar serta peluang kawasan baru menjadi topik penting yang menentukan arah investasi.
Tak hanya dari sisi bisnis, perspektif konsumen juga diangkat. Beban cicilan, akses KPR, hingga faktor lokasi dan harga akan dibahas secara langsung.

4 hours ago
3





















































