jpnn.com - TONDANO - Revitalisasi SMK Negeri 3 Tondano sudah tuntas pada Desember 2025 lalu. SMK ini mendapatkan anggaran revitalisasi Rp 2,6 miliar pada tahun anggaran 2026. Kepala SMK Negeri 3 Tondano Imelda Moonik mengatakan dana revitalisasi yang diterima telah digunakan untuk membangun kelas, satu ruang BK, toilet, dan ruang praktik siswa Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP).
"Bantuan ini telah memberikan dampak yang luar biasa bagi sekolah kami," kata Imelda saat menyampaikan laporan di depan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang didampingi Wagub Sulawesi Utara Victor Mailangkay di SMKN 3 Tondano, Rabu (22/4).
Menurut dia, berkat dana revitalisasi, telah terjadi transformasi ruang praktik. Kini, ruang praktik siswa telah berstandar industri.
Dalam kesempatan itu, Imelda juga menyebut konstruksi bangunan yang direvitalisasi itu tetap kokoh, aman, dan tidak ada kerusakan ketika terjadi gempa bermagnitudo 7,6. Tidak hanya itu, Imelda pun menyebut dampak revitalisasi selanjutnya ialah modernisasi peralatan.
Dengan peralatan terbaru yang diterima, tidak ada lagi kesenjangan antara apa yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan di dunia kerja.
"Jadi, siswa kami menjadi lebih percaya diri karena dibekali dengan teknologi sama dengan yang digunakan di industri," ucapnya.
Dia menyadari bahwa bantuan ini adalah amanah yang besar bagi sekolah. Tugas mereka selanjutnya adalah memastikan SMKN 3 Tondano bisa menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi di Sulut maupun tingkat nasional.
"Pak Menteri, kami berharap bisa mendapatkan revitalisasi lanjutan di 2027 untuk ketuntasan ruang praktik jurusan Teknik Pengelasan dan TKJ, apalagi ruang praktik kami belum pernah disentuh dengan renovasi dari sejak awal dibangun sekolah ini,” katanya.

6 hours ago
2




















































