jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya peran sektor jasa keuangan dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sektor tersebut dipandang strategis untuk meningkatkan nilai tambah serta menciptakan lapangan kerja baru di dalam negeri.
Guna mencapai target tersebut, pemerintah mengandalkan strategi Percepatan Intermediasi Nasional atau PINISI.
Strategi ini termasuk sinergi kebijakan makroprudensial Bank Indonesia dan pemerintah tahun 2026.
Tujuannya, untuk mempercepat penyaluran kredit perbankan ke sektor produktif, terutama, UMKM dan proyek strategis, guna mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di tengah ketidakpastian global.
Airlangga memaparkan hingga akhir Maret 2026, realisasi penyaluran kredit program tersebut telah menunjukkan progres yang signifikan.
“Nah, pemerintah terus mendorong implementasi dengan kredit program, khususnya UMKM hingga 31 Maret. Kredit program pemerintah mencapai 78,39 triliun atau sekitar 25% dari target 2026,” kata Airlangga dalam agenda National Policy Dialogue and Kick Off PINISI di kantor Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (27/4).
Selain penyaluran kredit, pemerintah juga berfokus pada penguatan sektor riil melalui instrumen kebijakan fiskal.

3 hours ago
2





















































