Menteri ESDM Bahlil Lapor Presiden Prabowo: Ketahanan Energi RI Stabil Meski Timteng Memanas

2 hours ago 2

 Ketahanan Energi RI Stabil Meski Timteng Memanas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal cadangan energi nasional mulai dari bahan bakar minyak (BBM) hingga stok minyak mentah (crude). ANTARA/Heru Suyitno

jpnn.com, JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan cadangan energi nasional mulai dari bahan bakar minyak (BBM) hingga stok minyak mentah (crude) berada di atas standar minimum nasional.

Hal ini disampaikan Bahlil seusai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

"Saya menyampaikan, melaporkan terkait dengan perkembangan energi nasional kita. Baik dari sisi BBM produk, baik solar maupun bensin, dari semua aspek, alhamdulillah semuanya di atas standar minimum nasional," kata Bahlil seusai rapat terbatas dengan Presiden RI Parbowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Bahlil menjelaskan bahwa kondisi ketahanan energi Indonesia tetap stabil meski tengah menghadapi tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Menurut dia, situasi di Selat Hormuz dalam dua bulan terakhir tidak mengganggu pasokan domestik secara signifikan.

"Jadi alhamdulillah sudah dua bulan, hampir dua bulan ketika kejadian, geopolitik di Timur Tengah tentang Selat Hormuz, kita masih stabil," ujarnya menambahkan.

Selain produk BBM, stok minyak mentah untuk kilang atau refinery juga dilaporkan dalam kondisi aman. Bahlil menyebutkan ketersediaan stok tersebut relatif tidak menghadapi kendala berarti karena posisinya yang masih di atas batas minimum yang ditentukan.

Terkait dengan konsumsi LPG, Menteri ESDM melaporkan bahwa pemerintah sedang mencari langkah-langkah alternatif untuk melakukan substitusi impor. Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun, namun produksi dalam negeri hanya berkisar 1,6 hingga 1,7 juta ton.

Bahlil mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahunnya sejak kebijakan konversi minyak tanah dilakukan. Ia mengakui bahwa keterbatasan bahan baku C3 (propana) dan C4 (butana) menjadi kendala utama dalam membangun industri LPG di tanah air.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan cadangan energi nasional mulai dari BBM hingga stok minyak mentah (crude) berada di atas standar minimum nasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|