jpnn.com, MUARA TEWEH - Polisi berhasil menangkap tiga terduga pelaku pembantaian di Benangin, Kecamatan Teweh Timur, tepatnya wilayah perbatasan Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Mereka adalah VN (pria), LK (pria) dan SA (perempuan). LK, pernah menjadi kepala desa di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. LK dan SA merupakan pasangan suami-istri, sedangkan VN yang ditangkap di Kaltim bersaudara dengan SA.
"Tiga terduga pelaku ditangkap di tiga lokasi berbeda, pada Selasa pagi. Para korban dan terduga pelaku ada hubungan keluarga," kata Kapolres Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto kepada wartawan di Muara Teweh, Selasa.
Ia menjelaskan kasus pembunuhan dengan korban lima orang meninggal dunia dan satu luka berat tersebut kini dalam pengembangan.
Polisi menyita barang bukti berpa sebilah parang atau mandau. Di samping itu, dari keterangan saksi juga terdengar suara letusan dan terdapat bekas luka tembakan pada tubuh korban.
Peristiwa ini, kata Kapolres, berkaitan dengan sengketa perebutan lahan. Lahan berada dalam kawasan hutan dekat dengan jalan perusahaan HPH PT Timber Dana Kilometer 95.
"Sebelumnya antara dua kelompok keluarga ini ada sengketa lahan, " ucap dia.
Kedua pihak merasa lokasi tersebut miliknya, sehingga terjadi peristiwa penyerangan ke pondok menyebabkan lima korban meninggal dunia dan satu luka berat.

2 hours ago
4





















































