jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Kamis (23/4/2026) pagi melemah 108 poin atau 0,63 persen. Kurs USD menjadi Rp 17.289.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyatakan pelemahan rupiah dipicu ketegangan antara AS dengan Iran yang mendorong kenaikan harga energi.
“Konflik di Timur Tengah khususnya ketegangan antara AS dan Iran mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven,” ucap Amru di Jakarta.
Menurut kantor berita Rusia Sputnik, Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika memperpanjang gencatan senjata secara pihak dengan Iran dengan sambil tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Dengan memperpanjang gencatan senjata, Trump menyebut hal itu akan memberikan waktu bagi Iran untuk mengajukan "proposal terpadu”.
Adapun Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pelanggaran komitmen, tindakan blokade di Selat Hormuz, serta ancaman dari AS menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi. Menurut Pezeshkian, Iran selalu menyambut dan terus membuka diri terhadap dialog dan kesepakatan.
Namun, iktikad buruk, pengepungan, dan ancaman dari AS merupakan penghalang utama bagi negosiasi yang tulus.
Pezeshkian menegaskan dunia menyaksikan retorika kosong yang penuh kemunafikan serta kontradiksi antara klaim dan tindakan.
Karena tidak menemui titik temu antara kedua belah pihak, pertemuan untuk pembicaraan negosiasi putaran kedua di Pakistan yang direncanakan terjadi pada Rabu (22/4) akhirnya tertunda.

3 hours ago
2





















































