jpnn.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah masih bernegosiasi agar kapal Pertamina milik Indonesia bisa melintasi Selat Hormuz.
Menurut Sugiono, negosiasi dilakukan secara intens oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran bersama tim dari PT Pertamina dengan Pemerintah Iran.
“Tentu saja Kementerian Luar Negeri dalam hal ini Kedutaan Besar kita di Teheran juga terus melakukan pembicaraan," ujar Sugiono di Istana Negara pada Rabu (22/4).
"Kemudian bersama juga dengan tim dari Pertamina terkait dengan izin lewat dari kapal-kapal kita yang ada di Selat Hormuz,” lanjutnya.
Walau begitu, proses negosiasi disebut tidak berjalan sederhana. Dia mengungkapkan bahwa dinamika internal di Iran menjadi salah satu kendala utama.
“Permasalahannya menjadi semakin kompleks dengan situasi internal yang terjadi di Iran sendiri. Karena kadang-kadang apa yang menjadi policy dari atas itu tidak serta merta bisa diimplementasikan di lapangannya,” jelasnya.
Tak hanya itu, Iran juga mengeluarkan sejumlah syarat baru bagi kapal yang ingin melintas sehingga masih terus diusahakan oleh Pemerintah Indonesia.
“Ada beberapa perkembangan terkait dengan syarat-syarat dari kapal boleh lewat dan sebagainya dan sebagainya, yang itu masih menjadi hal-hal yang kita negosiasikan dan kita bicarakan,” tambah Sekjen Partai Gerindra itu. (mcr4/jpnn)

3 hours ago
2





















































