jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga obat bagi masyarakat.
Hal ini penting mengingat kondisi geopolitik yang tidak menentu saat ini.
"Pemerintah mendorong pelaku industri untuk berinvestasi serta berinovasi, termasuk mencari alternatif komposisi dan komponen obat guna mengurangi ketergantungan impor," kata Budi Gunadi Sadikin saat kegiatan Halalbihalal yang digelar Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi Indonesia) belum lama ini.
Halalbihalal nasional ini untuk menyelaraskan strategi dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional di tengah dinamika global yang menantang.
Saat ini, industri farmasi nasional menghadapi tekanan akibat eskalasi konflik geopolitik, khususnya di Timur Tengah, yang berdampak pada rantai pasok global.
Gangguan logistik internasional dan kenaikan harga energi dunia secara langsung memengaruhi biaya produksi, terutama karena industri farmasi di Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor.
"Kami sudah melakukan pendataan bahwa stok obat nasional masih sangat baik peredarannya di masyarakat sampai tiga bulan ke depan," jelas Ketua Umum GP Farmasi Indonesia F. Tirto Kusnadi.
Dia menegaskan komitmen organisasinya sebagai penghubung strategis antara regulator dan pelaku usaha untuk memastikan stabilitas industri.

6 hours ago
5





















































