Ujian Diplomasi Indonesia dalam Isu Taiwan: Jaga Keseimbangan di Tengah Sensitivitas

4 hours ago 2

Oleh: Arief Putra Wijaya - Pengamat Politik dan Hubungan Internasional

 Jaga Keseimbangan di Tengah Sensitivitas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Istana Presiden. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com - Rencana kunjungan delegasi yang berafiliasi dengan Taiwan ke Jakarta pada akhir April 2026 kembali menyoroti kompleksitas posisi Indonesia dalam peta geopolitik kawasan.

Meski dikemas sebagai kegiatan sosial dan budaya melalui forum internasional, dinamika yang muncul menunjukkan bahwa isu Taiwan tidak pernah benar-benar lepas dari dimensi politik global.

Dilaporkan Sri Lanka Guardian, delegasi tersebut dijadwalkan menghadiri 17th Biennial Conference of Welcome Clubs International di Jakarta.

Kegiatan ini secara formal disebut sebagai ajang pertukaran sosial lintas negara dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan jejaring komunitas internasional.

Namun, faktanya delegasi dipimpin figur yang memiliki kedekatan dengan lingkaran diplomasi Taiwan membuat kunjungan ini tidak bisa dilepaskan dari tafsir politik yang lebih luas.

Diplomasi Simbolik dan Risiko Persepsi

Dalam hubungan internasional modern, simbol dan persepsi sering kali memiliki bobot yang sama besar dengan kebijakan formal.

Indonesia yang secara konsisten menganut kebijakan 'One China Policy' tidak mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat.

Indonesia berada dalam posisi dilematis: menjaga hubungan baik dengan China sebagai mitra utama, sekaligus tak sepenuhnya menutup ruang interaksi dengan Taiwan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|