jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang terus mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan pihak bank sentral akan terus meningkatkan intensitas intervensi guna menjaga stabilitas mata uang nasional.
Salah satu strategi utama yakkni akni dengan memperkuat struktur suku bunga pada instrumen moneter yang bersifat pro-market.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah proaktif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang kian meningkat belakangan ini.
"(Upaya tersebut) guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah," ungkap Destry dikutip dari keterangan tertulisnya pada Jumat (24/4).
Langkah-langkah stabilisasi tersebut dijalankan secara konsisten melalui berbagai mekanisme di pasar keuangan.
Intervensi mencakup pasar offshore (luar negeri) melalui Non-Deliverable Forward (NDF), serta pasar domestik melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
Selain intervensi langsung pada mata uang, Bank Indonesia juga aktif melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

2 hours ago
3





















































