jpnn.com - Di tengah derasnya pengaruh budaya luar akibat kemajuan teknologi informasi—yang menjadikan dunia seolah tanpa sekat dan batas wilayah—generasi muda dengan mudah digiring pada framing opini publik yang belum tentu tepat dan benar.
Fenomena ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan bagian dari strategi global, di mana imperialisme modern yang terus berganti wajah dan bentuk—namun memiliki "genetik" yang sama—tetap menjalankan pola eksploitasi dalam penguasaan ekonomi dan politik. Cara yang ditempuh pun semakin halus: menghancurkan dari dalam melalui sendi-sendi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakatnya sendiri.
Di tengah memanasnya konflik Iran melawan Amerika dan Israel, dunia mengalami ketidakpastian dalam aspek geostrategis dan geopolitik global. Dalam kondisi seperti ini, bukan tidak mungkin Indonesia—dengan segala kekayaan sumber daya alamnya—menjadi incaran negara-negara besar.
Sebagai negara kepulauan dengan konsep pertahanan rakyat semesta, Indonesia memang tidak mudah untuk ditaklukkan melalui invasi militer langsung, terlebih dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 280 juta jiwa. Hal ini tentu menjadi pertimbangan serius bagi kekuatan imperialis.
Namun demikian, kemungkinan paling aktual justru bukan melalui serangan terbuka, melainkan melalui teknik lama dengan wajah baru: politik pecah belah dan penghancuran dari dalam.
Gejala ini sesungguhnya telah terjadi dan semakin terasa dalam kehidupan berbangsa saat ini. Oleh karena itu, kewaspadaan kolektif menjadi sebuah keharusan bagi seluruh anak bangsa.
Generasi muda sebagai tulang punggung bangsa di masa depan harus memahami dan belajar dari sejarah serta warisan leluhur. Bangsa ini adalah bangsa yang adi luhung, yang mewariskan kebudayaan dan peradaban besar.
Salah satunya adalah ajaran luhur ilmu batin dan spiritualitas yang termanifestasi dalam aksara Jawa Honocoroko, yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Aksara ini menjadi induk dari ajaran kesatria yang dikenal sebagai Sastro Jendro Hayuningrat.

3 hours ago
2





















































