Dokter Muda di Cianjur Meninggal Diduga Karena Campak, Dedi Mulyadi Ambil Langkah Ini

3 weeks ago 18

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Diduga Karena Campak, Dedi Mulyadi Ambil Langkah Ini

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, CIANJUR - Seorang dokter berinisial AMW (26 tahun) meninggal dunia diduga karena terkena penyakit campak saat bertugas di rumah sakit di Cianjur, pada Kamis (26/3).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta agar penanganan kasus campak segera ditangani secara komprehensif.

"Imbauannya dinas kesehatan segera mengidentifikasi, problem di mana, penyebaran seperti apa sehingga dalam pekan ini dilakukan langkah penanganan komprehensif," kata Dedi di Bandung, Senin (30/3).

Dia mengaku akan segera menghubungi bupati Cianjur yang notabene merupakan seorang dokter juga. Dedi pun turut berduka cita dokter yang meninggal dunia diduga karena kasus campak.

"Nanti bupatinya saya telepon sekarang, saya turut berduka cita itu pengabdian tertinggi dokter meninggal di tempat pengabdiannya ketika sedang mengabdi. Saya menyampaikan duka mendalam tapi penyakitnya harus ditangani," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan penanganan kasus campak harus diselesaikan oleh semua pihak.

Pasalnya, imunisasi tidak mencegah sakit campak akan tetapi meringankan gejala.

"Masyarakat disadarkan bahwa penyakit campak virus ganas sekali bisa menyerang otak paru paru dan lainnya termasuk mata jadi buta, padahal obat tersedia kalau mau campak tidak ada," ucapnya.

Respons Dedi Mulyadi soal meninggalnya dokter muda di Cianjur diduga terinfeksi campak.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|