jpnn.com - PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) tengah mematangkan rencana pemberlakuan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Langkah ini merupakan strategi konkret Gubernur Sumsel Herman Deru untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 18 persen di lingkup pemerintahan daerah.
Herman Deru menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan respons pemda terhadap instruksi pemerintah pusat mengenai efisiensi energi.
Meski intensitas mobilitas dikurangi, kata dia, tidak menjadikan kualitas pelayanan publik dan target pembangunan infrastruktur dikendurkan.
"WFH ini adalah bagian dari sosialisasi kebijakan pusat untuk efisiensi BBM. Namun, saya tegaskan jangan sampai pelayanan masyarakat terganggu apalagi pembangunan terhambat," kata Deru, Senin (30/3).
Terkait teknis pelaksanaan, Pemprov Sumsel sedang mengkaji hari yang paling efektif untuk menerapkan sistem kerja fleksibel ini.
Saat ini, Rabu menjadi opsi pertimbangan utama agar tidak mengganggu ritme kerja mingguan atau disalahgunakan untuk memperpanjang masa libur akhir pekan. Dengan demikian, produktivitas ASN tetap terjaga optimal melalui pelayanan daring.
"Kami sedang mengatur waktu yang paling proporsional, sementara ini hari Rabu dinilai tepat agar produktivitas tetap terjaga melalui layanan daring dan tidak mengganggu stabilitas pelayanan," kata Deru.

3 weeks ago
17





















































