Ketika Desa Menjaga, Negara Masih Ragu

3 hours ago 4

Peringati Hari Bumi

Oleh: Ardy Edo Saragih, S.Hut dan Elizabeh Kusrini - Ketua Bidang Pertanian, Peternakan, Maritim, Kehutanan, dan Pembangunan Desa DPP PATRIA PMKRI Periode 2025-2030 dan Wakil Sekjen DPP PATRIA PMKRI

Ketika Desa Menjaga, Negara Masih Ragu

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Simbol bumi yang dipenuhi sampah plastik pada peringatan Hari Bumi. Ilustrasi. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN

jpnn.com - Setiap 22 April, kita memperingati Hari Bumi dengan narasi yang hampir seragam: menjaga lingkungan, menanam pohon, dan mengurangi sampah.

Di balik seremoni itu, apakah arah kebijakan lingkungan kita sudah benar-benar berpihak pada mereka yang setiap hari menjaga bumi, yakni masyarakat desa?

Indonesia adalah negara dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa.

Ketika Desa Menjaga, Negara Masih Ragu

Ketua Bidang Pertanian, Peternakan, Maritim, Kehutanan, dan Pembangunan Desa DPP PATRIA PMKRI Periode 2025-2030 Ardy Edo Saragih, S.Hut. Foto: Source for JPNN.com

Kawasan hutan kita masih mencapai lebih dari 90 juta hektare, laut kita termasuk yang terkaya di dunia, dan desa-desa menjadi penyangga utama ketahanan ekologi nasional.

Di saat yang sama, kita juga menghadapi tekanan besar seperti deforestasi, degradasi lahan, pencemaran, serta krisis iklim yang semakin nyata.

Data menunjukkan bahwa sektor berbasis lahan (termasuk kehutanan dan pertanian) masih menjadi salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca di Indonesia.

Setiap 22 April, kita memperingati Hari Bumi dengan narasi yang hampir seragam: menjaga lingkungan, menanam pohon, dan mengurangi sampah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|