jpnn.com - Women in Logistics and Transport (WILAT) Indonesia memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-5 dengan mengusung tema “Navigating Logistics Disruption Amid Rising Geopolitical Tension”.
Perayaan yang dihadiri sekitar 200 peserta dari wakil pemerintah, industri, akademisi, pelaku usaha dan mitra global.
WILAT Indonesia sebagai organisasi Perempuan berperan strategis dalam menjaga ketahanan rantai pasok Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Ketua WILAT Indonesia Nurmaria Sarosa menyampaikan dalam lima tahun, WILAT telah tumbuh menjadi organisasi profesi perempuan dengan anggota lebih dari 300 orang di 4 kota besar.
“Dahulu kami ditanya, ‘Memangnya ada perempuan di logistik?’ Hari ini kami bersama anggota organisasi dan asosiasi lainnya duduk bersama pengambilan keputusan untuk memperjuangkan dan meningkatkan industri logistik dan transportasi Indonesia menjadi semakin baik lagi sehingga dapat berkompetisi di level global,” ujar Nurmaria Sarosa.
Ketegangan geopolitik seperti konflik Laut Merah, Konflik Selat Hormuz, perang dagang, dan krisis energi telah menaikkan tarif freight hingga 300 persen dan menambah lead time 14-21 hari.
Sementara biaya logistik Indonesia adalah yang tertinggi di banding negara ASEAN lainnya, yaitu sebesar 23% bila kita merujuk kepada versi Bank Dunia.
WILAT Indonesia menilai kondisi ini bukan alasan menunggu, melainkan momentum memperkuat 3 hal: agilitas melalui digitalisasi, diversifikasi rute dan memperbaiki dan memperkuat kualitas pemasok serta kolaborasi lintas sektor untuk mendorong multimodal dan green logistics.

4 hours ago
3





















































