jpnn.com, SURABAYA - Band folk asal Surabaya, Orkes Silampukau, kembali hadir menawarkan pelukan hangat melalui karya terbaru, Stambul Rindu.
Dalam lagu tersebut, Orkes Silampukau menggandeng vokalis jazz bersuara khas, Natasya Elvira.
Stambul Rindu dirilis tidak sekadar sebagai sebuah karya musik, melainkan sebuah doa dan jangkar emosional bagi para pendengar untuk bertahan di tengah kegelapan masa depan.
Latar belakang penciptaan Stambul Rindu menyimpan narasi yang mendalam dan relevan dengan kondisi global terkini.
Lagu tersebut ditulis pada awal Ramadan 2026, tepat ketika ketegangan geopolitik memuncak, ditandai dengan langit Timur-Tengah yang semarak oleh bunga api konflik dan penutupan Selat Hormuz yang mengancam konfigurasi aliansi dunia.
Dalam situasi makro yang penuh kecemasan tersebut, Orkes Silampukau merenungkan sebuah premis mikro yang sangat manusiawi: ketika masa depan kian menantang, doa adalah satu-satunya pegangan, dan kerinduan pada sosok tersayang menjadi alasan utama untuk terus bertahan.
"Sebab kami selalu percaya bahwa doa akan lebih mustajab jika dipanjatkan bersama-sama, kami merilis lagu ini dalam bentuk duet," ungkap Kharis Junandharu.
Kehadiran Natasya Elvira bukan sekadar kolaborasi penyejuk telinga, melainkan elemen yang menyempurnakan format
doa komunal dalam lagu Stambul Rindu.

2 hours ago
3





















































