Ruang Publik di Tengah Perang Kognitif Global

3 weeks ago 23

Oleh: Sukamta

Ruang Publik di Tengah Perang Kognitif Global

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta. Dokumentasi pribadi.

jpnn.com - PERANG Iran versus Amerika Serikat yang terus memanas dalam beberapa waktu terakhir memperlihatkan satu hal penting: konflik modern tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga di ruang informasi dan pikiran publik.

Di saat serangan militer saling dilancarkan, arus narasi bergerak bahkan lebih cepat. Klaim, pembenaran, dan framing moral diproduksi secara simultan untuk membentuk persepsi global. Setiap pihak berusaha tidak hanya memenangkan pertempuran, tetapi juga merebut legitimasi.

Artinya, sebelum konflik terlihat di layar televisi, ia terlebih dahulu bekerja di ruang kognitif.

Di sinilah perang kognitif menjadi kunci. Berbeda dengan propaganda klasik yang sering mengandalkan distorsi terang-terangan, perang kognitif justru bekerja melalui kebenaran parsial, penekanan emosional, dan pengulangan narasi yang diperkuat oleh algoritma. Tujuannya bukan sekadar memengaruhi opini, tetapi membentuk cara publik memahami realitas.

Dalam konteks ini, yang dipertarungkan bukan lagi semata fakta, melainkan makna.

Pola yang sama sebenarnya tidak asing bagi kita. Berbagai dinamika sosial di dalam negeri menunjukkan bahwa eskalasi di ruang fisik hampir selalu diawali oleh proses yang lebih halus di ruang digital.

Media sosial berperan sebagai infrastruktur mobilisasi non-fisik. Ia menyinkronkan emosi, mempercepat penyebaran persepsi, dan pada saat yang sama menurunkan ambang verifikasi. Informasi yang bernada darurat dan moralistik cenderung lebih cepat menyebar dibandingkan penjelasan yang jernih dan bernuansa.

Dalam kondisi seperti ini, reaksi kolektif dapat terbentuk sebelum pemahaman yang utuh sempat berkembang.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyebut konflik modern tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi di ruang informasi dan pikiran publik.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|