jpnn.com - BELU - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI kembali menyelenggarakan program BNPP MENYALA (Menyapa Langsung Praja dan Mahasiswa).
Kali ini, Program BNPP MENYALA dikemas dalam bentuk kuliah umum interaktif di Politeknik Ben Mboi, Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagai badan yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI secara ex officio, kegiatan ini menjadi upaya strategis BNPP RI untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pengelolaan kawasan perbatasan negara sebagai bagian penting dari masa depan Indonesia.

Program BNPP MENYALA (Menyapa Langsung Praja dan Mahasiswa) di Kampus Politeknik Unhan Ben Mboi, Belu, NTT. Foto: Humas BNPP
Kuliah umum ini dibuka oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Nurdin, yang memaparkan materi mengenai kompleksitas pengelolaan batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa Indonesia memiliki perbatasan laut dengan sepuluh negara dan perbatasan darat dengan tiga negara, sehingga membutuhkan tata kelola yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Menurut Nurdin, pembangunan perbatasan tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

3 hours ago
8



















































