jpnn.com, JAKARTA - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Mataram menggelar diskusi publik bertema “Kriminalisasi Akademisi dan Swasembada Pangan” pada Minggu, 26 April 2026 di Kantin FHISIP Universitas Mataram.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Mataram serta peserta dari sejumlah kampus lainnya.
Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, yakni dosen FHISIP Universitas Mataram Agung Setiawan dan Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC GMNI Mataram Muhammad Iqbal.
Keduanya mengangkat isu kebebasan akademik serta tantangan mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.
Agung Setiawan menegaskan akademisi tidak hanya terbatas pada dosen, tetapi mencakup siapa saja yang terus belajar dan memiliki keberanian untuk menyampaikan kritik.
Dia juga menyoroti bahwa makna swasembada pangan seharusnya tidak berhenti pada aspek produksi, melainkan memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses pangan secara layak.
“Jika masih ada masyarakat yang kesulitan makan, maka swasembada pangan belum benar-benar terwujud," ujarnya.
Agung juga menekankan bahwa kriminalisasi tidak hanya menyasar kalangan dosen atau akademisi formal, tetapi berpotensi menimpa siapa saja, terutama mereka yang mengalami diskriminasi atau berani menyuarakan kebenaran.

4 hours ago
6



















































