jpnn.com, JAKARTA - Gangguan saluran cerna tetap menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling dominan di layanan medis, mulai dari infeksi ringan hingga peradangan kronis.
Namun, tantangan utama bagi tenaga medis adalah gejala yang sering serupa seperti diare, nyeri perut, kembung, dan sembelit, padahal penyebab dasarnya memerlukan penanganan yang berbeda.
Menjawab tantangan tersebut, PT Prodia Widyahusada Tbk menyelenggarakan Seminar Nasional Dokter ke-20 bertajuk “Integrating Innovative Gut Health Testing Into Daily Practice” di Mercure Hotel Cikini, Jakarta. Forum ilmiah ini bertujuan membekali para dokter dengan teknologi diagnostik modern berbasis data untuk keputusan klinis yang lebih akurat.
Business and Marketing Director Prodia, Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, menegaskan bahwa inovasi gut health testing (pemeriksaan kesehatan saluran cerna) adalah kunci masa depan layanan kesehatan yang personal.
“Melalui seminar ini, Prodia ingin menghadirkan forum ilmiah yang relevan. Kami percaya inovasi diagnostik ini membantu dokter mengambil keputusan klinis yang lebih cepat, tepat, dan personal bagi pasien,” ujar Dr. Indriyanti, Rabu (29/4).
Tak hanya soal laboratorium, Prodia juga memperkuat ekosistem digital melalui aplikasi Prodia for Doctor. Platform ini dirancang untuk memudahkan dokter mengakses informasi pemeriksaan dan mempercepat konektivitas laboratorium dalam praktik sehari-hari.
“Masa depan layanan kesehatan ditopang oleh inovasi diagnostik dan ekosistem digital yang memudahkan kolaborasi. Prodia for Doctor hadir untuk pengalaman layanan yang terintegrasi dan efisien bagi para dokter,” tambahnya.
Seminar ini menghadirkan pakar kesehatan ternama, di antaranya Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dan dr. Ida Gunawan, MS, SpGK (K). Dalam sesinya, Prof. Ari Fahrial menyoroti pentingnya biomarker inflamasi usus untuk mendeteksi peradangan secara cepat guna mengurangi metode trial and error.

4 hours ago
6



















































